Menurutku sangat tidak etis ketika orang lain menggunakan uangnya untuk mengatur saudaranya tanpa bertanya ataupun mendiskusikan bersama terlebih dahulu tentang pendapatnya. Dia langsung melakukan apa yang dia inginkan tanpa meminta ijin dan pertimbangan dari pihak lain yang mempunyai persamaan hak untuk berpendapat. Dia berfikir pendapatnya sudah sangat benar. Jadi dia melakukannya tanpa rasa bersalah sedikitpun kepada orang lain. EGOIS. ya, kata itulah yang cocok bagi dia yang bersikap seperti itu. Seharusnya, sebelum dia bertindak gegabah, dia harus meminta pendapat dan persetujuan dari yang lain secara kekeluargaan. Pintar juga belum tentu cerdas, bagi dia, pintar sangatlah berfungsi untuk membodohi yang lain. Dan ini sangat tidak diperkenankan. Dia tak melihat ada orang lain yang dahulu mendukungnya, seperti dalam istilah KACANG LUPA AKAN KULITNYA.
Sedih dan kecewa betul hati orang orang yang dia perdaya. Dia yang tak memikirkan keadaan orang lain selanjutnya. Tuhan Maha Adil, dan aku percaya itu.
Dalam detik yang semakin silih berganti
Kau jadikan uang sebagai tangga derajat
Kau terbius oleh rayuan harta dan tahta
Sehingga kau terlalu ambisius
Kau tak melihat orang lain
Kau juga tak merasakan jika menjadi orang lain yang kau perlakukan lain
Uang telah mengubahmu menjadi orang berhati besi
Dimana kini kelembutanmu?
Dimana kini kebaikanmu?
Sudahkah semua itu termakan oleh ketamakanmu?
Yang tiada lain hanyalah uang difikiranmu..
Bukan begitu cara orang berusaha
Bukan begitu cara orang memipin dan menjadi yang terbaik
Tuhan melihatmu dengan seksama
Dia memantaumu setiap detik
Tak lelah Dia menyuruh Malaikat untuk membisikkanmu jalan terbaik
Namun bisikan iblis telah melemahkanmu..
Semoga Allah SWT selalu memaafkanmu ..............
Amiin YRA..